Skip to main content
Indonesia China Business Council logo
Close menu
Back to news
NewsletterSep 4, 20263 min

“Data Center sebagai Objek Vital Nasional di tengah Ancaman AI”

Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Soroti Strategi Meningkatkan Resiliensi Data Center di Era AI

JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap industri data center sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan infrastruktur digital.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, salah satu Dewan Pembina Indonesia China Business Council (ICBC), saat menjadi pembicara dalam acara Data Center Asia Indonesia yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam pemaparannya, Prof. Marsudi menekankan bahwa data center saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai objek bisnis. Keberadaan data center telah menjadi bagian penting dari infrastruktur digital yang menopang berbagai aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Menurutnya, kebutuhan terhadap data center semakin besar seiring pertumbuhan penggunaan data, layanan digital, serta perkembangan AI. Infrastruktur tersebut harus mampu menyediakan kapasitas komputasi yang semakin tinggi, termasuk untuk mendukung kebutuhan chip GPU yang membutuhkan konsumsi energi besar serta sistem pendinginan yang memadai.

Namun, pertumbuhan tersebut juga membawa tantangan baru. Data center tidak hanya dituntut memiliki kapasitas dan efisiensi, tetapi juga harus mampu menghadapi berbagai risiko yang dapat mengganggu operasional.

“Data center saat ini bukan sekadar objek bisnis lagi, tetapi sudah menjadi objek vital,” menjadi salah satu pesan penting dalam pemaparan Prof. Marsudi.

Ia juga menyoroti bahwa ancaman terhadap data center kini semakin kompleks, terutama dengan munculnya berbagai bentuk serangan berbasis AI. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah serangan melalui attack surface baru di era AI, mulai dari advanced persistent threat (APT) hingga pengembangan agentic AI yang dapat mengganggu data center, termasuk melakukan serangan dengan memanfaatkan identitas baik asli maupun palsu.

Menurut Prof. Marsudi, perkembangan tersebut memungkinkan pelaku serangan melakukan tindakan yang sebelumnya lebih sulit dilakukan, seperti manipulasi identitas, penyalahgunaan akses, hingga berbagai bentuk serangan siber yang semakin otomatis dan adaptif.

Karena itu, resiliensi data center menjadi aspek yang semakin penting. Resiliensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan infrastruktur untuk tetap beroperasi ketika terjadi gangguan, tetapi juga mencakup kemampuan mendeteksi, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap berbagai ancaman.

Prof. Marsudi juga menilai bahwa strategi pengamanan data center perlu mempertimbangkan perkembangan AI secara menyeluruh. Pemanfaatan AI dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat keamanan, tetapi pada saat yang sama teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki kepentingan untuk melakukan serangan.

“Kita harus melihat AI bukan hanya sebagai teknologi yang memberikan manfaat, tetapi juga sebagai teknologi yang dapat menciptakan bentuk ancaman baru terhadap infrastruktur digital,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam paparannya.

Ia menambahkan, peningkatan resiliensi data center membutuhkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari penguatan infrastruktur, keamanan siber, pengelolaan identitas dan akses, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Dengan semakin strategisnya peran data center dalam perekonomian digital, Indonesia perlu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya mengejar pertumbuhan kapasitas, tetapi juga diiringi dengan ketahanan, keamanan, dan keberlanjutan operasional.

Keterlibatan Prof. Marsudi Wahyu Kisworo dalam forum tersebut turut memperkuat perspektif bahwa pengembangan ekosistem digital Indonesia perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara inovasi teknologi, kebutuhan industri, dan aspek keamanan nasional.

Related articles

Latest articles

Strategic content is prioritized so the website shows benefits and insights, not only activity reports.

NewsletterSep 17, 2026

China - ASEAN Urban Rail Transit Conference Dorong Pengembangan Transportasi Perkotaan Berbasis Teknologi

China - ASEAN Urban Rail Transit Conference Dorong Pengembangan Transportasi Perkotaan Berbasis Teknologi

NewsletterSep 16, 2026

Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia–Tiongkok, BP KPBPB Bintan dan ICBC Sepakati Pengembangan FTZ

BP KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang dan ICBC Tandatangani MoU Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas

NewsletterSep 9, 2026

“ICBC Jajaki Kerja Sama Penyelenggaraan Kelas Bahasa Mandarin di Club School Ciracas dan Universitas Sahid”

“Penjajakan Kerja Sama Kelas Bahasa Mandarin di Club School Ciracas dan Universitas Sahid, Dorong Penguatan Kompetensi Bahasa Tiongkok”