Lewati ke konten utama
Indonesia China Business Council logo
Tutup menu
Kembali ke berita
NewsletterSep 17, 20264 min

China - ASEAN Urban Rail Transit Conference Dorong Pengembangan Transportasi Perkotaan Berbasis Teknologi

China - ASEAN Urban Rail Transit Conference Dorong Pengembangan Transportasi Perkotaan Berbasis Teknologi

NANNING, GUANGXI - Pertumbuhan kota dan meningkatnya mobilitas masyarakat membawa tantangan besar bagi sistem transportasi perkotaan. Mobilitas yang semakin tinggi, apabila tidak diimbangi dengan sistem transportasi publik yang memadai, dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, polusi udara, pemborosan bahan bakar, hingga meningkatnya tekanan dan stres akibat waktu perjalanan yang panjang.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi massal yang cepat, aman, nyaman, terjangkau, dan efisien semakin penting. Salah satu solusi yang banyak dikembangkan berbagai kota di dunia adalah Mass Rapid Transit (MRT) dan sistem urban rail transit.

Persoalan dan perkembangan transportasi perkotaan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam 2026 China-ASEAN Urban Rail Transit Conference yang berlangsung di Nanning, Guangxi, Tiongkok.

Forum yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertemukan berbagai institusi dan pemangku kepentingan dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN untuk berbagi pengalaman, teknologi, serta inovasi dalam pengembangan transportasi rel perkotaan.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, salah satu Dewan Pembina Indonesia China Business Council (ICBC), bersama sejumlah peserta dan perwakilan Indonesia yang mengikuti forum tersebut.

Urban rail memasuki era teknologi pintar, salah satu hal yang menarik dalam konferensi tersebut adalah perkembangan teknologi yang semakin terintegrasi dalam sistem transportasi rel perkotaan.

Urban rail saat ini tidak lagi sekadar menjadi sarana untuk mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Perkembangan teknologi telah membuat sistem transportasi rel semakin terkoneksi, otomatis, dan berbasis data.

Artificial Intelligence (AI), robotika, Internet of Things (IoT), big data, otomatisasi, serta berbagai teknologi pintar menjadi bagian penting dari inovasi yang dibahas dalam forum tersebut.

Istilah “smart MRT” dan “smart urban rail” bahkan menjadi salah satu topik yang banyak muncul dalam berbagai presentasi dan diskusi.

Teknologi AI dan IoT dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemantauan kondisi kereta dan infrastruktur, pemeliharaan, pengelolaan stasiun, pengaturan operasional, peningkatan keselamatan, hingga pengelolaan arus penumpang.

Dengan teknologi tersebut, sistem urban rail berkembang menjadi bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan yang cerdas, terintegrasi, dan terkoneksi.

Indonesia menghadapi tantangan

Perkembangan urban rail di berbagai negara tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali kondisi transportasi perkotaan di Indonesia.

Sebagai negara terbesar di ASEAN dari sisi populasi dan ukuran ekonomi, serta memiliki jumlah kota dan kawasan perkotaan yang terus berkembang, kebutuhan Indonesia terhadap transportasi massal sebenarnya sangat besar.

Namun, pembangunan MRT dan sistem urban rail Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Perkembangannya juga masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya, terlebih jika dibandingkan dengan Tiongkok yang telah mengembangkan jaringan transportasi rel perkotaan dalam skala yang sangat besar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan transportasi Indonesia membutuhkan perhatian dan perencanaan jangka panjang.

Persoalannya bukan hanya mengenai berapa panjang jalur MRT atau LRT yang dibangun, tetapi juga mengenai arah pembangunan sistem transportasi secara keseluruhan.

Selama bertahun-tahun, pembangunan transportasi Indonesia banyak berorientasi pada pembangunan jalan dan peningkatan kapasitas untuk mengakomodasi pertumbuhan kendaraan. Jalan tentu tetap memiliki peran penting. Namun, pembangunan jalan saja tidak cukup untuk menjawab kebutuhan mobilitas kota yang terus berkembang.

Kota membutuhkan sistem transportasi yang mampu mengangkut masyarakat dalam jumlah besar secara efisien.

Karena itu, Indonesia perlu mulai memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan transportasi publik, khususnya transportasi berbasis rel, sebagai salah satu tulang punggung mobilitas perkotaan.

Pembangunan transportasi masa depan bukan berarti mempertentangkan jalan dengan rel. Keduanya tetap memiliki fungsi masing-masing. Yang dibutuhkan adalah sistem transportasi multimoda yang terintegrasi, sehingga MRT, LRT, kereta komuter, bus, kendaraan pribadi, sepeda, dan fasilitas pejalan kaki dapat saling terhubung.

Masyarakat harus dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan mudah, cepat, dan nyaman.

Dalam konteks ini, transportasi tidak lagi sekadar persoalan mobilitas. Transportasi juga berkaitan erat dengan konektivitas dan daya saing kota.

Sistem transportasi publik yang efisien dapat membantu masyarakat menghemat waktu perjalanan, memperluas akses terhadap pusat pekerjaan dan pendidikan, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, serta mendukung produktivitas masyarakat.

Karena itu, pengalaman yang dibagikan dalam 2026 China-ASEAN Urban Rail Transit Conference menjadi penting bagi Indonesia. Perkembangan teknologi dan pengalaman negara-negara lain dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mempercepat pembangunan sistem transportasi perkotaan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Indonesia tidak harus meniru model negara lain secara keseluruhan. Namun, berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam membangun sistem transportasi yang sesuai dengan karakteristik kota-kota Indonesia.

Pada akhirnya, pembangunan transportasi bukan hanya mengenai membangun jalan, rel, stasiun, atau membeli kereta. Transportasi merupakan bagian dari strategi membangun kota yang produktif, terkoneksi, efisien, dan layak huni.

Artikel terkait

Artikel terbaru

Konten strategis diprioritaskan agar website tidak hanya memuat aktivitas, tetapi juga manfaat dan insight untuk calon mitra.

NewsletterSep 16, 2026

Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia–Tiongkok, BP KPBPB Bintan dan ICBC Sepakati Pengembangan FTZ

BP KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang dan ICBC Tandatangani MoU Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas

NewsletterSep 9, 2026

“ICBC Jajaki Kerja Sama Penyelenggaraan Kelas Bahasa Mandarin di Club School Ciracas dan Universitas Sahid”

“Penjajakan Kerja Sama Kelas Bahasa Mandarin di Club School Ciracas dan Universitas Sahid, Dorong Penguatan Kompetensi Bahasa Tiongkok”

NewsletterSep 4, 2026

“Data Center sebagai Objek Vital Nasional di tengah Ancaman AI”

Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Soroti Strategi Meningkatkan Resiliensi Data Center di Era AI